Saturday, 06 June 2026

BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim, Risiko Bencana Meningkat

SIDOARJONEWS

SIDOARJONEWS

Tim Redaksi

24 Jan 2026
21:07 WIB
2 menit baca
6 views
BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim, Risiko Bencana Meningkat
BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim, Risiko Bencana Meningkat
Bagikan:

  SEDATI, SIDOARJONEWS.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kesiapsiagaan menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi hingga 30 Januari 2026. Kondisi ini dinilai berisiko memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Fenomena cuaca ekstrem tersebut ditandai dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi bersamaan dengan kilatan petir dan tiupan angin kencang. Dampak yang mungkin muncul antara lain genangan banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga gangguan keselamatan akibat angin kencang dan hujan es di wilayah tertentu. BMKG mencatat sejumlah daerah di Jawa Timur berada dalam kategori waspada, mulai dari kawasan tapal kuda seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, hingga Malang Raya, Kediri Raya, serta Pacitan.

Wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perbukitan dan pegunungan juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak. Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menyampaikan bahwa Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan secara merata, bahkan sebagian wilayah telah berada pada puncak musim hujan. Dalam beberapa hari ke depan, curah hujan diprakirakan cenderung meningkat meskipun distribusinya tidak seragam. “Dalam waktu dekat potensi cuaca ekstrem diprakirakan meningkat dan perlu diantisipasi karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Taufiq, Sabtu (24/01).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer, di antaranya aktifnya Monsun Asia, pertemuan massa udara, serta adanya gangguan Equatorial Rossby dan pergerakan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Ditambah dengan suhu muka laut Selat Madura yang masih relatif hangat dan atmosfer yang labil, kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif. “Kombinasi faktor tersebut memicu terbentuknya awan hujan dengan potensi intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelasnya. BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di daerah dengan kontur tanah curam.

Potensi risiko yang perlu diantisipasi meliputi banjir, longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga penurunan jarak pandang. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi resmi BMKG sebagai langkah mitigasi. (Hnf).

SIDOARJONEWS

SIDOARJONEWS

Tim Redaksi

Portal berita terpercaya menyajikan informasi terkini seputar Sidoarjo dan sekitarnya.